Banner

kurikulum 2013 di 2014

Hasil Penilaian Instruktur Nasional Jenjang SD Kelas 1 dan 4

PEMBERITAHUAN

Nomor 2043/J32/LL/2014

 

Diberitahukan dengan hormat bahwa kegiatan Pelatihan Kurikulum 2013 Bagi Instruktur Nasional Jenjang SD Kelas 1 dan 4 yang diselenggarakan oleh LPMP D.I. Yogyakarta pada tanggal 1 s.d. 7 April 2014 bertempat di LPMP D.I. Yogyakarta telah selesai dilaksanakan.

 

Adapun hasil penilaian pelatihan dan rencana penempatan sebagai Instruktur Nasional Pelatihan Kurikulum 2013 bagi Guru Sasaran Jenjang SD Kelas 1 dan 4 sebagaimana terlampir.

 

Demikian pemberitahuan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

Yogyakarta, 22 April 2014

a.n. Kepala,

Kepala Seksi FPMP


Drs. Taufan Agus Hanafi, M.Pd

NIP 19600821 198503 1 003

Untuk download LAMPIRAN silahkan klik DI SINI

HPS Buku Kurikulum 2013

Buku ibarat sumber ilmu yang tak pernah kering sepanjang masa. Dari waktu ke waktu manusia yang haus akan ilmu pengetahuan akan memuaskan rasa ingin tahunya dengan membaca bermacam-macam buku. Bahkan banyak orang menyebut buku sebagai “jendela dunia”, karena informasi-informasi yang terjadi di dunia banyak dituliskan dan dirangkaum dalam sebuah buku yang dapat dibaca oleh siapa saja, kapan saja dan dimanapun dia berada.

Buku mempunyai peran yang sangat penting dalam memajukan kecerdasan bangsa. Dengan membaca buku-buku yang bermanfaat, akan didapatkan informasi penting yang tentunya akan meningkatkan kecerdasan, kreatifitas dan pengetahuan akan hal-hal yang terjadi disekitar kita. Seperti halnya buku kurikulum 2013 yang didalamnya memuat rencana pembelajaran berbasis aktivitas. Buku kurikulum 2013 didesign untuk mengarahkan siswa tentang apa saja yang harus dilakukan bersama guru untuk mencapai kompetensi yang telah ditentukan. Untuk mendukung penerapan kurikulum 2013, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menyediakan buku pegangan guru dan buku pegangan siswa yang bisa dicetak atau diterbitkan secara mandiri.

Read more...

Rekrutmen Calon Instruktur Nasional Kurikulum 2013

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan melakukan rekrutmen calon Instruktur Nasional dalam rangka pelaksanaan pelatihan implementasi kurikulum 2013 Tahun Ajaran 2014/2015 bagi Guru SD (Kelas I, II, IV dan V), SMP (Kelas VII & VIII), SMA dan SMK (Kelas X & XI). Sasaran rekrutmen calon Instruktur Nasional ini adalah Guru/Kepala Sekolah/Pengawas Sekolah yang akan ditugaskan menjadi instruktur pada pelatihan guru di masing-masing provinsi dan kabupaten/kota.

Adapun ketentuan pendaftaran berikut persyaratan lainnya untuk:

- Guru bisa diunduh disini

- Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah bisa diunduh disini

Seluruh dokumen kelengkapan untuk Guru calon Instruktur Nasional (IN) diserahkan paling lambat tanggal 26 Januari 2014 dan untuk Kepala Sekolah/Pengawas Sekolah calon Instruktur Nasional (IN)  diserahkan paling lambat tanggal 28 Januari 2014 di Seksi Fasilitasi Peningkatan Mutu Pendidikan (FPMP) LPMP D.I Yogyakarta, Jalan Tirtomartani, Kalasan-Sleman, Yogyakarta. Telp. (0274) 496921

Menghubungi Panitia Pendaftaran Calon Instruktur Nasional: Ibu Maryani & Ibu Rina Setyawati.

Pengembangan Kurikulum 2013

Pelatihan guru untuk implementasi kurikulum telah dilaksanakan. Materi penyegaran narasumber pelatihan guru untuk implementasi kurikulum 2013 dapat di unduh disini

Jadual Pelatihan Guru untuk Kurikulum 2013


Jakarta --- Di tengah persiapan konten untuk kurikulum 2013, persiapan guru juga dilakukan secara paralel. Skema untuk pelatihan guru ini dimulai dengan pelatihan instruktur nasional yang akan dilakukan akhir Mei mendatang. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengatakan, pelatihan instruktur nasional akan dilakukan di Jakarta.

"Instruktur nasional ini nanti akan melatih guru-guru inti," katanya. Pelatihan guru inti akan dilakukan awal hingga pertengahan Juni. Guru-guru inti tersebut akan dilatih di regional masing-masing. Nantinya, guru inti akan melatih guru sasaran di setiap provinsi. Nuh menjelaskan, tadinya skenario pelatihan guru sasaran akan dilakukan di kabupaten kota. Tapi karena jumlahnya sekolah sasaran pelaksana kurikulum 2013 diperkecil, maka tidak efektif jika harus ke kabupaten kota, sehingga akhirnya pelatihan ditarik ke provinsi.

Read more...