Wed. Dec 1st, 2021

Teknologi LTPO bisa jadi jawaban buat masa saat ini yang mana banyak produsen hp mulai mengadopsi sokongan layar dengan refresh rate besar buat produk buatannya.

Layar dengan refresh rate besar memanglah hendak membagikan pengalaman yang lebih baik kala dipakai buat bermain permainan, menyaksikan video, sampai berselancar di dunia maya sebab animasi yang dihasilkan hendak nampak lebih halus.

Pastinya kala dipaksakan buat mengenakan setelan pada refresh rate yang besar secara terus menerus, layar hendak komsumsi energi secara rakus. Dampaknya siklus konsumsi hp bisa jadi lebih pendek sehingga pengguna bakalan kerap kehilangan baterai.

Dengan teknologi yang terdapat saat ini, tingkatkan kapasitas baterai suatu hp bukanlah gampang sebab bisa membuat ukuran fitur jadi lebih besar serta bobotnya terus menjadi berat.

LTPO untungnya lekas muncul selaku alternatif yang diseleksi oleh beberapa industri ternama semacam iPhone, Samsung, OnePlus, sampai Google yang nampak telah kepincut dengan kemampuannya dalam mengakomodasi konsumsi energi.

Apa Itu LTPO?

LTPO merupakan teknologi yang diperkenalkan awal kali oleh Apple. Mempunyai kepanjangan Low- Temperature Polycrystalline Oxide, material ini muncul buat menyempurnakan keahlian susunan transistor yang dipakai pada layar OLED( Organic Light- Emitting Diode).

Untuk kalian yang belum ketahui, layar OLED di masa saat ini masih memakai susunan transistor dari LTPS( Low- Temperature Polycrystalline Silicon) yang mana belum menunjang pergantian refresh rate secara dinamis bila tidak memakai komponen bonus.

Teknologi LTPO dirancang buat menanggapi kekurangan LTPS tersebut. Material baru yang ditawarkan olehnya memiliki keahlian adaptif buat membiasakan refresh rate layar bersumber pada kebutuhan secara mendasar.

Dengan memakai layar yang mengenakan teknologi ini, produsen hp tidak butuh meningkatkan komponen spesial buat menjembatani panel dengan GPU ataupun pengolah grafis dikala mau memakai refresh rate yang dapat berubah- ubah secara dinamis.

Panel yang dibesarkan dengan LTPO pula memiliki sokongan animasi yang lebih luas. Tidak hanya dapat memegang refresh rate besar semacam layar OLED pada biasanya, teknologi ini membolehkan fitur mempunyai tingkatan penyegaran layar yang betul- betul sangat rendah.

Layar dengan teknologi LTPO pada Google Pixel 6 Pro serta lini iPhone 13 misalnya dapat digunakan sampai 10Hz. Sedangkan pada OnePlus 9 Pro, OPPO Find X3 Pro, ataupun Apple Watch 6 apalagi dapat hingga dengan 1Hz.

Pengembangan teknologi LTPO sendiri awal mulanya lumayan terhambat sebab dimensi pixel layar dapat jadi sangat besar. Cuma saja bersamaan berjalannya waktu, produsen hp mulai dari Samsung sampai OPPO sukses mengadaptasinya dengan baik.

Keunggulan Panel Layar LTPO

Campuran antara pergantian refresh rate yang dinamis serta sokongan rentang sangat luas dari layar LTPO membolehkan hp mengirit konsumsi energi tanpa melenyapkan apa yang jadi andalannya.

Hp dengan layar LTPO semacam Pixel 6 Pro misalnya bisa dengan adaptif bergeser dari layar 120Hz dikala dipakai bermain permainan ataupun menyaksikan video jadi 10Hz kala cuma buat menunjukkan notifikasi.

Pergantian refresh rate ini pasti bisa kurangi kegiatan konsumsi energi dari yang sebelumnya betul- betul rakus sebab wajib melaksanakan layar pada tingkatan 120Hz jadi sangat hemat serta apalagi lebih rendah dibanding teknologi OLED biasa.

Pastinya tidak seluruh hp memerlukan teknologi semacam ini. Tetapi dugaan aku, sebagian waktu ke depan teknologi ini bakal jadi tren baru serta banyak fitur yang mengandalkannya buat membagikan pengalaman lebih mengasyikkan kepada pengguna.

Sumber : https://www.depoktik.co.id/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *